Kamis, 17 November 2016

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Kehamilan merupakan proses yang fisiologis dan alamiah. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Sarwono P, 2003).
Menurut Sarwono, 2002 kehamila119n melibatkan berbagai perubahan fisiologi antara lain perubahan fisik, perubahan sistem pencernaan, respirasi, sirkulasi, darah, metabolisme, taktus urinarus serta perubahan psikologis. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal namun kadang tidak sesuai yang diharapkan. Sulit diprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh karena itu asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal.
Dengan pengawasan antenatal secara dini dapat diketahui kelainan yang menyertai kehamilan sehingga dapat dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinannya. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan, yaitu satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester II, dan dua kali pada trimester III.
Dalam pelayanan antenatal terdapat standar minimal termasuk “T7” (Timbang) berat badan, ukur (tekanan darah), ukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi (tetanus Toxoid), TT lengkap, pemberian tablet zat besi, minimal 90 tablet selama kehamilannya, tes terhadap penyakit menular seksual, temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.
Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester I (0-12 minggu), trimester II (12-28 minggu) dan trimester III (28-40 minggu). Komplikasi yang mungkin terjadi pada trimeser I adalah mual, muntah, yang berlebihan. 






BAB II
PEMBAHASAN
A. Keluhan Pusing Saat Hamil
Penyebab kepala pusing saat hamil di awal kehamilan, aliran darah Anda akan berusaha mengimbangi sirkulasi darah yang tiba-tiba meningkat seiring dengan pertumbuhan janin. Akibatnya, kepala jadi terasa nyut-nyuta. Pada trisemeter kedua kehamilan, rahim yang membesar dapat saja menekan pembuluh darah sehhingga terasa kepala sakit lagi.
Ada juga sakit kepala yang terjadi karena kadar gula darah terlalu rendah akibat perut terlalu lama tidak diisi, udara terlalu panas, atau gara-gara berdiri mendadak (postural hypertension atau peningkatan tekanan darah akibat perubahan posisi tubuh). Cara mengatasi penyebab pusing kepala disaat hamil adalah Anda duduk terlebih dahulu. Cara ini bukan sajja membantu mengurangi rasa sakit (karena aliran darah ke kepala jadi lebih lancar), tetapi juga mencegah Anda jatuh. Selain itu, barulah sakit kepala diatasi sesuai penyebabnya.
Jika Anda berada di tempat yang pengap, segera cari udara segar. Mungkin saja, Anda pusing karena tidak terdapat oksigen yang cukup. Jika Anda tidak makan selama 2-3 jam, cepat-ceoat konsumsi cemilan, seperti biskuit. Cara ini akan segera menaikkan kadar gula darah Anda. Segera minum air atau jus. Kurangi cairan juga membuat Anda pusing saat hamil.
Cara mengatasi penyebab kepala pusing saat hamil adalah dengan mengubah posisi tubuh, lakukan secara perlahan-lahan. Misalnya, jika anda berdiri dari posisi berbaring. Cobalah duduk dahulu, kemudian berdiri secara perlahan-lahan.
Sebenarnya, penyebab kepala pusing saat hamil bukan gangguan yang berat. Meksi begitu, jika pada trisemester ke-2 atau ke-3 Anda sakit kepala untuk pertama kali (baik disertai gangguan penglihatan atau tidak, sakit perut, melonjaknya pertambahan berat badan, serta bengkakanya wajah atau tangan), segera ke dokter. Bisa jadi tekanan darah dan urin Anda perlu diperiksa di laboratorium untuk melihat apakah adanya kemungkinan Anda mengalami pre-eklampsia atau keracunan kehamilan.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyebab pusing kepala saat hamil seperti dibawah ini :
1.      Cara mengatasi penyebab pusing kepala yang pertama adalah jangan berdiri terlalu lama. Karena berdiri terlalu lama bisa membuat peredaran darah menjadi tidak ancar, oleh karena itulah disaat and sedang berdiri sebaiknya usahakan untuk melakukan gerakan-gerakan kecil pada jari-jari kaki Anda.
2.      Cara mengatasi pusing kepala saat hamil yang kedua adalah disaat Anda sedang bangun tidur, maka usahakan untuk dudik terlebih dahulu jangan langsung beridir. Karena jika Anda bangun dengan tiba-tiba hal ini akan menimbulkan pusing kepala Anda.
3.      Makan makanan yang mengandung gizi baik merupakan salah satu cara menghindari penyebab pusing kepala saat hamil. Makanan yang mengandung gizi seimbang dan juga cukup serta dikonsumsi dengan teratur. Usahakan jangan telat makan dan jangan membiarkan perut Anda dalam keadaan kosong disaat Anda sedang hamil, karena hal ini malah akan membuat kadar gula menurun.
4.      Tetaplah mengecek tekanan darah dengan berkala
5.      Pakailah pakaian yang tidak terlalu ketat dan longgar, hal ini untuk memberikan sirkulasi udara agar mudah masuk ke dalam tubuh Anda.
6.      Di dalam kondisi tertentu, sebaiknya jangan mandi dengan air hangat, karena hal ini malah akan membuat kondisi tubuh Anda menjadi lebih panas.
7.      Dan untuk trisemester yang kedua, maka hindarilah posisi dengan tidur yang telentang dan tidur dengan posisi yang agak miring merupakan suatu anjuran untuk ibu hamil.
8.      Minum air dengan jumlah yang cukup untuk membantu menghindari Anda dari terjadinya dehidrasi
Banyaknya keluhan yang muncul saat hamil memang merupakan suatu hal yang wajar yang diderita oleh ibu hamil. Namun, jika Anda tidak mengatasinya dengan lebih santai maka akan membuat keadaan semakin parah. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah penyebab pusing kepala pada kehamilan. Karena sebenarnya sakit kepala bukanlah suatu hal yang sangat berbahaya, namun untuk trisemester ke-2 dan ke-3 harus melakukan cek ke dokter jika terdapat suatu gangguan pada penglihatan, skit perut, pertumbuhan berat badan yang melonjak drastis, dan juga pembengkakan pada wajah serta tangan. Hal ini bisa jadi merupakan suatu tanda bahwa Anda mengalami pre-eklampsia atau keracunan kehamilan, oleh karena itulah jika Anda pergi ke dokter, maka hal yang dilakukan pada pemeriksaan adalah memeriksa tekanan darah dan memeriksa urin di laboratorium. Dan jika sakit kepala dirasa sangat hebat sehingga membuat Anda terbangun dari tidur. Maka harus dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi dan mendiagnosis adanya suatu gangguan.


 https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6339673856646132257#editor/target=post;postID=8859808949843082682





Tidak ada komentar:

Posting Komentar